Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi

Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi

Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi – Aplikasi pesan instan Whatsapp menerapkan syarat dalam ketentuan baru bagi pengguna, salah satunya Whatsapp akan menerima dan membagi informasi dari dan kepada Facebook dimana dalam aturan baru terkait kebijakan privasi pelanggan.

Whatsapp menyebut informasi dan data tersebut dipakai untuk membantu mengoperasikan, menyediakan, meningkatkan, memahami, menyesuaikan, mendukung dan memasarkan jasa kami dan beragam penawaran lainnya.

Kebijakan baru ini tidak berlaku di seluruh dunia dan whatsapp memastikan pengguna eropa tidak akan mengalami perubahan apapun kendati menyetujui persyaratan baru karena tidak ada perubahan pada praktik berbagai data Whatsapp di wilayah eropa yang timbul dari persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang diperbarui.

Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi

Selain soal syarat dan ketentuan, pembaruan yang signifikan ini ialah Whatsapp menambahkan fitur baru yang memungkinkan orang berkomunikasi dengan kontak bisnis dan bisnis tersebut bisa jadi diselenggarakan oleh facebook.

Saat berkomunikasi dengan kontak bisnis tersebut, pesan sangat mungkin disimpan dan dikelola facebook kemudian dibagikan kepada perusahaan

Whatsapp ini merupakan bagian dari keluarga facebook dimana aplikasi ini diakuisisi facebook dengan nilai yang fantastis yakni 19 milliar dollar AS pada tahun 2014 lalu.

Ancaman Besar Privasi

Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi

Whatsapp saat ini merupakan aplikasi pesan singkat terbesar di dunia dan berdasarkan aplikasi playstore, saat ini whatsapp sudah diunduh oleh 5 milliar kali dengan jumlah pelanggan sebanyak itu, praktis whatsapp dan facebook akan menimbang gunungan data pengguna dengan aturan baru.

Di sisi lainnya aturan baru ini mengancam privasi pengguna kata direktur eksekutif safenet damar juniarto mengatakan bahwa pengguna menghadapi resiko data tersebut akan dipergunakan oleh pihak ketiga.

Damar ini khawatir data data pengguna juga akan dibagikan kepada pihak ketiga yang bekerja sama dengan facebook dimana pengguna tidak punya pengetahuan siapa saja pihak yang bekerja sama dengan perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut.

Damar melihat facebook juga menyamakan aturan baru Whatsapp dengan aplikasi Facebook Mesengger dimana facebook mesengger itu kita tidak punya kontrol kepada siapa facebook membagikan informasi kita, kontrol itu juga yang tidak akan dimiliki pengguna whatsapp di aturan baru ini.

Whatsapp paham ada isu terkait privasi setelah syarat dan ketentuan baru diterapkan dan oleh karena itu mereka memastikan informasi yang mereka berikan kepada facebook bukanlah isi percakapan, lantaran sudah terenkripsi melainkan data pribadi seperti nomor telepon pengguna, daftar konta, nama, gambar profil serta data diagnostik.

Kendati whatsapp ini juga menjamin informasi yang dibagikan hanya itu, menurut damar juga tetap saja keamananya tidak terjamin karena ada pola yang dapat terbaca dan diolah hanya dari daftar dengan siapa pengguna berkomunikasi dan bahayanya data itu bisa disalahgunakan untuk kembali menyerang kita, padahal whatsapp menjamin percakapan kita terenkripsi.

Pemerintah Tak Bisa Berbuat Banyak

Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi

Merespon aturan baru tersebut pada hari senin tgl 11/01/2021 kemarin, pemerintah melalui Kementerian Komunasi dan Informatika memanggil perwakilan Whatsapp / Facebook Asia Pacific Region dimana didalam pertemuan itu pemerintah meminta Whatsapp memberikan penjelasan kepada masyarakat secara lengkap dan transparan termasuk penjelasan mengenai jenis data pribadi yang akan dipakai dimana pemerintah juga meminta whatsapp menjamin akuntabilitas pihak yang menggunakan data data pribadi pengguna.

Dan pada kesempatan itu juga Kekominfo menekankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi digital dan memilih yang dapat memastikan ta pribadi aman, Kominfo juga meminta masyarakat hati-hati dan bijak dalam menentukan pilihan media sosial yang mampu memberikan perlindungan data pribadi secara optimal.

Damar mengatakan sebenarnya pemerintah juga tak dapat berbuat banyak untuk melindungi pengguna saat menghadapi oligopoli Facebook dan Whatsapp dan pemerintah ini juga tidak punya cukup daya tawar karena tak punya landasan humu, pun jika RUU Perlindungan Data Pribadi sudah disahkan karena situasinya berbeda dengan eropa yang dapat membuat whatsapp tidak memberlakukan kebijakan ini.

Permintaan pemerintah bisa tidak dihiraukan karena ini kebijakan Facebook Group dalam layanannya dimana kalau tidak ingin tidak apa apa nanti bisa hapus akun whatsappnya.

Dan untuk itu, safenet menyarankan pengguna agar bisa mencari alternatif layanan pesan singkat yang bisa lebih menghargai sebuah privasi dan hindari percakapan tak perlu dengan kontak Whatsapp Bisnis, nah itu adalah beberapa informasi terkait Bahaya Kebijakan Baru WhatsApp Mengancam Privasi Data Pribadi.

Category:
Blog Software